210216_YPBB_LOGO-06
Articles

PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK YANG TIDAK TEPAT, HANYA AKAN MENDATANGKAN MUSIBAH

Admin Humas
Sampah Organik
Sumber Foto: Dokumentasi YPBB
Data Sampah
Sumber Data: Grafik Komposisi Sampah SIPSN (4 Februari 2024)
Seperti yang dapat kita lihat pada grafik di atas, sisa makanan masih merajai komposisi sampah di Indonesia. Rumah tangga menjadi penyumbang terbesar sampah tersebut. Maka dari itu Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB), memainkan peran penting dalam mendidik masyarakat tentang praktik-praktik yang ramah lingkungan. Sehingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tidak lagi penuh dengan sampah organik. Karena seperti yang dapat kita ketahui, bahwa sampah organik dapat menghasilkan gas metana. Tentunya gas tersebut berpotensi menimbulkan bencana, seperti banyaknya TPA yang kebakaran di tahun 2023. Bahkan pernah terjadinya longsor hingga menimbulkan korban jiwa, di TPA Leuwigajah yang meledak disebabkan sampah organik yang tercampur. Hal tersebut tentunya merugikan masyarakat dan juga lingkungan. Sampai saat ini YPBB turut serta dalam mengkampanyekan pemilahan sampah, hingga pada tahap pengelolaan sampah organik. YPBB mendorong penggunaan sistem pengomposan, khususnya untuk masyarakat Bandung raya. Apalagi saat ini TPA Sarimukti juga sudah tidak lagi menerima sampah organik sejak Januari 2024. 

Mengapa Mengompos Menjadi Pilihan?

  • Mengurangi Limbah Organik

Mengompos adalah cara yang efektif untuk mengurangi jumlah limbah organik yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Dengan mengompos sisa sampah dapur seperti sisa-sisa sayuran, kulit buah dan sisa makanan lainnya. Dapat diubah menjadi pupuk alami yang berguna untuk tanah.

  • Meningkatkan Kesuburan Tanah

Proses pengomposan menghasilkan humus, yang merupakan sumber hara baik untuk tanah. Dengan menambahkan pupuk kompos ke tanah, kita dapat meningkatkan kesuburan tanah, menyediakan nutrisi bagi tanaman dan secara keseluruhan meningkatkan produktivitas pertanian. 

  • Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Limbah organik yang terurai di tempat pembuangan akhir dapat menghasilkan gas metana, yang merupakan gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dengan mengompos, kita membantu mengurangi emisi gas metana dan menjaga keseimbangan ekosistem.

  • Mengurangi Jejak Karbon dari Kendaraan Pengangkut Sampah

Mengompos tidak hanya berdampak pada limbah organik, tetapi juga dapat membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh kendaraan pengangkut sampah. Dengan mengurangi jumlah limbah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir, frekuensi pengangkutan sampah dapat dikurangi. Ini menghasilkan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien dan berkontribusi pada upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dari transportasi sampah.

  • Meringankan Beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir)

Pengomposan juga memiliki peran kunci dalam meringankan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan mengurangi jumlah limbah organik yang masuk ke TPA, kita dapat memperpanjang umur TPA, menghindari penumpukan limbah yang tidak terurai, dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh proses pembusukan limbah organik di TPA. Langkah ini memberikan solusi praktis untuk mengelola limbah secara berkelanjutan dan mengoptimalkan penggunaan fasilitas TPA yang ada.

Lantas Adakah Cara Mengompos yang bisa Diterapkan di Rumah bahkan Lingkungan Sekitar? 

  • Keranjang Takakura

YPBB mendorong penggunaan keranjang takakura sebagai metode pengomposan yang ramah lingkungan. Dengan merancang keranjang dari bambu, sebuah bahan yang dapat diperbaharui dan memanfaatkannya untuk mengompos sisa-sisa dapur. Kita tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menghargai keberlanjutan sumber daya alam. Selain itu keranjang takakura juga dinilai mudah untuk digunakan di dalam rumah. Jika sobat organis tertarik membuatnya bisa cek artikel kami terkait proses pembuatan keranjang takakura atau bisa membeli melalui Toko Organis.

  • Bata Terawang

Bata terawang tidak hanya menjadi alternatif bahan bangunan yang ramah lingkungan, tetapi juga dapat digunakan dalam proses pengomposan. Dengan membuat struktur pengomposan dari bata terawang, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dekomposisi bahan organik tanpa meninggalkan dampak negatif pada lingkungan. Bata terawang juga dapat digunakan secara komunal, dalam satu wilayah RT namun tentunya perlu menyesuaikan dengan isinya ya. Jika sobat organis berminat untuk membuat bata terawang bisa cek modul kami terkait proses pembuatannya.

  • Biopori

Jika kedua hal tersebut dirasa kurang cocok, silahkan bisa menggunakan biopori sebagai cara untuk mengompos. Dengan membuat lubang di tanah, menggunakan sistem bor biopori kita dapat memberikan tempat bagi mikroorganisme. Sehingga mikroorganisme tersebut dapat mengurai limbah organik, menghasilkan humus dan meningkatkan keseimbangan ekosistem tanah. Untuk proses pembuatan biopori bisa cek modul yang telah kami buat. Dan jika sobat organis membutuhkan bor biopori, Toko Organis menyediakannya.

Tentunya cara-cara mengompos ini adalah cara yang alami. Selain memilah sampah, pengelolaan sampah organik, hingga menjadi kompos memberikan kontribusi nyata. Hal yang dimaksud adalah mendukung gaya hidup berkelanjutan dan berkontribusi pada pelestarian bumi untuk generasi mendatang. Dengan mengikuti melakukan pengelolaan sampah organik yang tepat, sobat organis dapat secara aktif berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan alam dan meminimalkan dampak negatif pada lingkungan. Yuk Sobat Organis, segera ikutan mengompos demi hidup yang lebih selaras alam!
RELATED TOPICS: #kompos, #sampahorganik

Apa pendapat Anda? Yuk tulis di kolom komentar!

Scroll to Top