210216_YPBB_LOGO-06
Articles

ECO ENZYME TERBUAT DARI SAMPAH ORGANIK, DAPAT MENJADI CAIRAN PEMBERSIH RUMAH TANGGA ALAMI YANG TIDAK AKAN KADALUARSA

Ananda Yanti
Eco enzyme dalam proses fermentasi. Sumber Foto: Herlina Hartanto / Getty Images via Canva
Pernahkan Sobat Organis membayangkan sampah organik menjadi suatu cairan yang bermanfaat? Bahkan bisa digunakan sebagai karbol, sabun cair alami, penjernih udara alami, pembersih rumah tangga alami, hand sanitizer alami yang bahkan dipercaya tidak akan pernah kadaluarsa. Cairan tersebut bernama eco enzyme yang ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Uniknya eco enzyme merupakan produk dari hasil fermentasi sampah organik. Eco enzyme menghasilkan cairan dan biasanya berwarna coklat gelap Selain itu juga memiliki bau khas fermentasi, contohnya seperti cuka atau asam segar. Selain itu jika diukur pH-nya maka mempunyai nilai di bawah 4, proses fermentasinya akan menghasilkan gas O3 (ozon). Maka akan menghasilkan cairan pembersih alami serta pupuk yang ramah lingkungan. Tentunya dikarenakan bahan-bahan yang digunakan eco enzyme sederhana dan mudah diperoleh, menjadikan cairan eco enzyme menjadi sebuah produk yang mudah untuk diproduksi. Bahkan eco enzyme memiliki banyak fungsinya, juga mudah digunakan.  Proses pembuatan eco enzyme hanya membutuhkan air, gula atau molase sebagai sumber karbon, serta limbah organik sayur dan buah. Dan alat yang digunakan gunting, gelas ukur, pisau, pengaduk kayu, drum plastic, timbangan dan pH meter.

Cara Pembuatan Eco Enzyme

  1. Bersihkan wadah dari sisa sabun dan bahan kimia, pastikan juga wadah sudah kering dan pastikan wadah bisa mengembang. Hal ini dikarenakan wadah akan terisi gas, akibat proses pembuatan eco enzyme. Sehingga perlu dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas, karena jika tidak dibuka ada kemungkinan meledak.
  2. Lakukan proses pengukuran pH air dengan Ph meter (7,8).
  3. Memasukkan air bersih dengan perbandingan rasio 10, juga masukkan gula atau molase sesuai dengan takaran rasio 1, sementara untuk sampah organik  perbandingan rasionya 3. Maka jika ingin membuat dengan rasion 500 ml air, maka diperlukan 50 gram gula dan 150 gram kulit buah atau sayuran.
  4. Jangan lupa untuk memotong sisa buah dan sayuran, lalu aduk rata Memastikan bahan diaduk rata. setelah itu tutup rapat wadah dan jangan lupa memberi label tanggal pembuatan dan tanggal panen karena eco enzyme dapat digunakan dengan perkiraan waktu 3 – 6 bulan.
Hal penting, jangan lupa untuk menaruh wadah eco enzyme di tempat dingin, kering dan memiliki  ventilasi  yang baik.  Sehingga perlu menghindari sinar matahari secara langsung dan tidak diperkenankan untuk di simpan dalam kulkas. Selalu pastikan untuk membuka tutup wadah setiap hari selama 1 bulan pertama setelah diaduk, lalu jangan lupa untuk ditutup kembali. Karena dalam 1 bulan pertama, akan ada proses fermentasi berupa gas.  Jika warna  eco enzyme menjadi hitam, bisa tambahkan gula dalam jumlah yang sama. Hal ini agar dapat memulai proses fermentasi lagi. Dan apabila menemukan lalat dan cacing di dalam wadah, biarkan saja. Karena akan ada reaksi kimia enzim, yang akan melarutkannya secara alami. Hasil panen eco enzyme bisa dikemas di botol kaca atau plastik bertutup rapat. Karena eco enzyme tidak kadaluarsa, maka tidak perlu untuk melakukan penyimpanan dalam kulkas. Disarankan menggunakan botol bekas, toples bekas, atau jerigen bekas agar terbiasa memanfaatkan barang daur ulang dan tidak menciptakan sampah yang baru.  
 
RELATED TOPICS: #ecoenzyme, #zerowastelifestyle

Apa pendapat Anda? Yuk tulis di kolom komentar!

Scroll to Top