

Wadah Guna Ulang: Solusi Sederhana untuk Masalah Besar
Kebiasaan Wiwik, Lucia, dan Koko layak ditiru. Tumbler, tote bag, dan kotak makan adalah tiga contoh wadah guna ulang yang mudah diakses masyarakat.- Tote bag menggantikan kantong keresek dan mudah dilipat serta dibawa ke mana-mana.
- Tumbler membantu mengurangi penggunaan botol air plastik sekali pakai.
- Kotak makan memungkinkan kita membawa bekal sendiri, sekaligus menekan jumlah sampah kemasan makanan cepat saji.
Tantangan dan Solusi Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Indonesia
Sejak pertengahan abad ke-20, plastik sekali pakai menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena kepraktisannya. Di Indonesia, budaya “pakai dan buang” ini sudah mengakar kuat, membuat penggunaan wadah guna ulang terasa tidak biasa. Padahal, konsep penggunaan wadah berulang sudah ada sejak lama. Contohnya, rantang logam yang dulu digunakan petani untuk membawa bekal. Kini, berbagai jenis wadah guna ulang dari bahan tahan lama tersedia luas di toko maupun e-commerce. Sampah plastik di Indonesia masih menjadi masalah besar. Selain menumpuk di TPA, plastik juga mencemari tanah, sungai, dan laut. Jika tidak diatasi, sampah ini akan menjadi bom waktu bagi lingkungan. Dari sisi biaya, penelitian sederhana YPBB menunjukkan bahwa penggunaan wadah guna ulang bisa menghemat hingga 43% dibanding wadah sekali pakai. Penghematan ini tidak hanya dirasakan konsumen, tapi juga berpotensi menekan biaya pengelolaan sampah dan dampak lingkungan.
