210216_YPBB_LOGO-06
Articles

FOOD WASTE DAN FOOD LOSS, DI MANA LETAK PERBEDAANNYA?

Ananda Yanti
Food Waste
Sumber Foto: Freepik

Sampah sisa makanan masih mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Negara kita bahkan sering masuk peringkat tinggi dalam wasting most food di tingkat global. Dua istilah yang sering muncul adalah food waste dan food loss. Keduanya mirip, tetapi memiliki perbedaan penting yang perlu Sobat Organis pahami.

Food Waste (Pemborosan Makanan)

Food waste adalah pembuangan makanan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi. Kondisi ini terjadi pada tahap akhir rantai pasok, terutama di rumah tangga, restoran, atau supermarket.

Contohnya:

  • Sisa makanan yang dibuang karena melewati tanggal kedaluwarsa.

  • Porsi makanan berlebihan.

  • Makanan dibuang hanya karena tidak disukai.

Food waste umumnya muncul karena kurangnya kesadaran, konsumsi berlebihan, dan manajemen sisa makanan yang buruk.

Food Loss (Kehilangan Makanan)

Food loss adalah kehilangan makanan di tahap produksi, pengolahan, penyimpanan, atau distribusi sebelum sampai ke konsumen.

Contohnya:

  • Hasil panen rusak karena cuaca ekstrem.

  • Makanan rusak saat pengangkutan.

  • Penyimpanan tidak memadai sehingga makanan tidak layak konsumsi.

Food loss lebih berkaitan dengan infrastruktur, kondisi lingkungan, dan manajemen rantai pasok.

  • Food waste terjadi setelah makanan siap konsumsi. Penyebab utamanya adalah perilaku konsumen dan bisnis.

  • Food loss terjadi sebelum makanan siap konsumsi. Penyebab utamanya adalah kendala sistemik pada produksi dan distribusi.

Food Waste & Food Loss
Ilustrasi Food Waste dan Food Loss dalam rantai pasok makanan (Sumber: Laporan Kajian Food Loss And Waste di Indonesia oleh BAPPENAS)

Pemborosan makanan tidak hanya menghabiskan sumber daya alam tetapi juga memberi tekanan besar pada lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan. Sampah makanan melepaskan gas rumah kaca. Menurut World Resources Institute (WRI), sampah makanan menyumbang 8 persen emisi global dan memproduksi metana yang jauh lebih berbahaya dibanding karbon dioksida.

Mengurangi Food Waste di Kehidupan Sehari-hari

Masalah yang paling dekat dengan masyarakat adalah food waste, karena terjadi di tahap konsumsi. Sobat Organis bisa mulai dari langkah sederhana:

  • Tidak membeli makanan secara berlebihan.

  • Menyimpan makanan dengan benar.

  • Menghabiskan makanan sebelum kedaluwarsa.

  • Mengolah sampah organik di rumah, misalnya dengan kompos.

Menjelang Ramadan, kebiasaan membeli makanan secukupnya sangat membantu mengurangi food waste yang berakhir di TPA.

Kesimpulan

Food waste dan food loss adalah dua konsep berbeda dalam rantai pasok makanan. Mengurangi keduanya membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sebagai konsumen, kita memiliki peran penting untuk menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

RELATED TOPICS: #food loss, #food waste

Apa pendapat Anda? Yuk tulis di kolom komentar!

Scroll to Top