210216_YPBB_LOGO-06
Articles

TINGKATKAN KAPASITAS SDM, YPBB KEMBALI MENGGELAR PELATIHAN ZERO WASTE LIFESTYLE UNTUK 21 ORANG STAF SECARA DARING

Ananda Yanti

Sesi Foto Bersama Pelatihan Zero Waste Lifestyle. Sumber: Dokumentasi YPBB

YPBB Gelar Pelatihan Zero Waste Lifestyle untuk Tingkatkan Kapasitas SDM

Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB) melalui Divisi Pengelola Sumber Daya (PSD) kembali mengadakan Pelatihan Zero Waste Lifestyle sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pelatihan ini menjadi kegiatan wajib bagi staf baru serta staf yang belum pernah mengikuti pelatihan Zero Waste Lifestyle sebelumnya, termasuk staf magang di YPBB.

Pada pelatihan kali ini, 21 peserta yang terdiri dari 16 staf lama dan 5 staf magang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. Pelatihan berlangsung dalam dua sesi, yaitu:

  • Sesi pertama (4 Juli 2024): dengan format lecture (ceramah dan pemaparan materi).

  • Sesi kedua (10 Juli 2024): dengan format sharing session dan diskusi interaktif.

Memahami Perjalanan Sampah dan Dampaknya

Pelatihan dipandu oleh Anilawati Nurwakhidin dan Rikrik Sunaryadi, dua trainer berpengalaman dalam penerapan Zero Waste Lifestyle.
Para peserta diajak memahami perjalanan sampah sejak pertama kali dibuang hingga dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Melalui pertanyaan pemantik dan data lapangan, peserta menyadari bahwa sistem pengelolaan sampah yang masih bergantung pada metode “kumpul–angkut–buang” secara tersentralisasi tidak efektif.
Sebaliknya, sistem tersebut justru menimbulkan penumpukan sampah di TPA, pencemaran lingkungan, hingga bencana ekologis.

Karena sebagian besar sampah di Indonesia merupakan sampah organik, pelatihan menekankan pentingnya pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari sumber — baik di rumah tangga, perkantoran, maupun komunitas.

Pemaparan materi tentang perjalanan sampah yang disampaikan oleh Trainer ZWL, Anilawati Nurwakhidin. Sumber: Dokumentasi YPBB

Dari Pemahaman ke Aksi Nyata

Tak hanya berbicara tentang masalah, peserta juga diajak menjadi bagian dari solusi.
Mereka diberi tantangan untuk:

  • Mengompos di rumah selama satu pekan,

  • Mengidentifikasi sampah anorganik terbanyak di rumah masing-masing,

  • Berdiskusi tentang paradigma pengelolaan sampah yang benar, dan

  • Menetapkan target pengurangan plastik selama satu bulan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pribadi dan kebiasaan berkelanjutan dalam menerapkan gaya hidup Zero Waste, sejalan dengan misi YPBB untuk menciptakan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan minim sampah di Indonesia.

Trainer ZWL, Rikrik Sunaryadi, sedang memaparkan langkah-langkah sederhana menyelesaikan persoalan sampah di rumah. Sumber: Dokumentasi YPBB

Pengalaman Peserta: “Menarik, Mudah Dipahami, dan Mengubah Gaya Hidup”

Ayum, peserta dari Divisi KKO, menuturkan bahwa pelatihan Zero Waste Lifestyle memotivasinya untuk mulai mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan.

Pelatihan ZWL lalu menyenangkan sekali, saya dapat insight untuk memperbaiki lifestyle saya dengan mengurangi sumbangsih produksi sampah. Terutama materi pengomposan, ya. Itu juga menarik karena jadi tahu metode-metodenya. Setelah ikut pelatihan ini, saya mau mengurangi penggunaan beberapa produk yang tidak ramah lingkungan dan penggunaan produk sekali pakai,” ungkapnya.

Senada dengan Ayum, Denisa, staf magang dari Divisi Manajemen Program, juga mengaku terinspirasi untuk langsung praktik setelah sesi pertama.

Menurut saya materi yang disampaikan itu kompleks tapi penyampaiannya mudah dipahami ya. Dan yang paling menarik itu tentang metode-metode pengomposan karena sebelumnya saya belum pernah mengompos. Saat sesi pertama Kang Rikrik menugaskan untuk mengompos, saya langsung membeli bahan-bahan dan melakukan pengomposan di keesokan harinya,” ujarnya.

Denisa menambahkan bahwa pengalaman mengompos di lahan sempit membuatnya merasa lebih dekat dengan alam.

Di rumah kecil yang saya tinggali sendirian, tanpa halaman bertanah, saya memutuskan menggunakan komposter pot berukuran kecil yang dapat ditempatkan di halaman depan. Meskipun awalnya saya ragu apakah hal ini akan berhasil, saya memutuskan untuk mencobanya. Proses mengompos ternyata menghadirkan pengalaman mendalam tentang siklus alam dan membuat saya terkoneksi lebih dalam dengan lingkungan sekitar. Kagum banget karena setiap hari saya melihat sampah di dalam komposter pot ini mulai berubah bentuk menjadi tanah hitam yang subur. Dengan komitmen dan perhatian terus-menerus, mengompos di rumah saya bukan hanya tentang membuat tanah yang berkualitas, tetapi juga tentang memberikan kontribusi kecil tapi berarti terhadap lingkungan dan masa depan yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut bergerak:

Ayo kita hidup lebih selaras dengan alam dan memulai untuk lebih mencintai bumi kita. Setiap keputusan yang kita ambil dalam kehidupan sehari-hari, dari memilih produk ramah lingkungan hingga memanfaatkan energi secara bijak, merupakan langkah kecil yang dapat membuat perbedaan besar.

Menuju Gaya Hidup Zero Waste di Lingkungan Kerja

Dengan terselenggaranya Pelatihan Zero Waste Lifestyle, diharapkan seluruh staf YPBB dapat lebih memahami pentingnya menerapkan gaya hidup minim sampah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pekerjaan sehari-hari.
Melalui kebiasaan sederhana, setiap individu bisa berkontribusi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Zero Waste is Possible. Buy less, choose well, and make it last.


RELATED TOPICS: #zerowastelifestyle, #zwl

Apa pendapat Anda? Yuk tulis di kolom komentar!

Scroll to Top